Tampilkan postingan dengan label aparat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aparat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 April 2008

Puisi untuk aparat part 2

Puisi untuk aparat part II

Bagimu aparat
Yang bekerja dengan penuh niat
Datang ke kantor tidak pernah telat
Itu menunjukan engkau kerja dengan minat

Aku tahu engkau puya bakat
Yang berani tampil nekat
Walaupun itu bisa menjadi gawat
Namun tidak sampai kualat

Aku kagum pada aparat,
Yang tidak cuma numpang lewat
Tapi mau memberi zakat
Untuk mereka yang hidup bersama lalat

Aku terpesona bagi aparat,
Yang mementingkan harkat dan martabat
Setiap proyek tidak main sikat
Atur diri dengan disiplin ketat

Hai aparat,
Aku ingin mengajakmu makan donat
Setelah itu kau ajak aku makan soto babat
Supaya kita punya hubungan erat

Terakhir kali bagi aparat,
Engkau adalah obat dan berkat
Engkau layak mendapat plakat dan pangkat
Ketika engkau mangkat
Penghuni langit, laut dan darat
Akan terus menerus mengingat
Bahwa engkau adalah benar-benar seorang aparat ningrat

Puisi untuk aparat part 1

Puisi untuk aparat Part I

Kepada para aparat,
Aku tahu bahwa engkau bukan orang jahat
Dan juga bukan orang cacat
Tapi aku tahu apa yang kalian buat
Karena aku melihat dari dekat

Kepada para aparat,
Anda bukanlah orang bejat
Yang selalu membawa jimat
Untuk menunjukan anda belajar silat

Oleh karena itu,
Perhatikanlah saya punya surat
Yang merupakan bentuk curhat
Dai isi hati rakyat
Dimana mereka hidup melarat

Badan mereka tidak sehat
Hidupnya seperti disayat
Modal sehat hanya dipijat
Supaya sakit tidak kumat

Hai aparat,
Ingin kutaruh broklat
Supaya engkau selalu buang hajat
Dan menjadi berkarat

Tapi aku bukan orang jahat
Aku ini punya kodrat
Yang suka makan coklat
Dan tidak suka dihambat

Kepadamu aparat,
Bekerjalah dengan giat
Supaya rakyat menjadi kuat
Lalu mereka memberi rahmat

Untukmu aparat,
Jika engkau belum bertobat
Awas disambar kilat
Lalu engkau masuk liang lahat
Dan dianggap sebagai keparat