kemarin ini saya bersama teman2 pergi ke Dufan (tau donk arena ini)... karena punya brosur yang membuat kita cuma membayar setengah harga dari harga normal. pas masuk sudah disambut hujan badai (untung cuma sebentar). lalu kita masuk dari sisi kirinya yaitu daerah western. wahana banyak yang belum dibuka jadi kita masuk rumah miring, rumah kaca dan foto2 dulu. setelah itu berturut-turut main niagara, tornado, jetcoaster, kicir2, "makan siang" (ini yang paling penting), perang bintang, istana boneka, balada kera, arung jeram, halilintar, extreme log, baku toki, dan yang terakhir biang lala. wah enak juga walaupun sempat 'eneg' karena memaksakan diri naik berturut-turut. adrenalin rasanya terpacu dan ada kebebasan berekspresi (teriak2 untuk menghilangkan penat di dalam diri). hmm, agak fresh sekarang.
buat Dufan ada saran neh.
1. Mainannya diperbanyak dunk apalagi yang memacu adrenalin
2. bentuk yang lama diperbaharui kalau perlu diganti. masak dari gw umur 8 tahun smpi sekarang (26 thn) lagu2 dan bonekanya masih sama aja (apalagi yang ada di istana boneka)
3. mana marching band dan pawai kendaraannya lagi?
4. buat door prize dunk biar banyak pengunjungnya. (kemarin sepi)
ok deh. itu aja dari saya. sekian dan terima kasih
Tampilkan postingan dengan label adrenalin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adrenalin. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 September 2008
Kamis, 22 Mei 2008
Brigade 3234
Badan sakit dan kecapean. Itulah yang saya alami hari ini. Bersama teman-teman gereja, saya main paintball di brigade 3234, gn putri. Pengalaman yang luar biasa karena jarang sekali saya dan teman-teman gereja bisa keluar bersama-sama. Ketika bermain paint ball, banyak hal yang bisa kami pelajari. Ternyata dari sekedar permainan tembak-tembakan saja, adrenalin kami sudah terpacu dan jantung itu terasa berdebar-debar ketika kejar lawan dan bisa menembak musuh. Kami sempat membayangkan gimana ya dengan para tentara yang menggunakan peluru asli dan terkena tembakan langsung. Kami saja yang ditembak pakai peluru tinta badan kami langsung bertanda merah dan bengkak, gimana dengan peluru asli? Well, pengalaman permainan ini membuat kami semakin akrab satu dengan yang lainnya. Saya harap pemuda-pemudi gereja semakin kompak dalam segala hal. Thanks buat pak guntaru yang telah menyediakan tempat yang keren. Lain kali kami main lagi pak.
Langganan:
Postingan (Atom)