Kamis, 25 Maret 2010

migrain

lagi2 ini penyakit datang disaat yang gk tepat. saat lagi byk pikiran dan kebingungan dia datang menggedor kepala bertubi-tubi. sudah 1 minggu migrain ini menyerang. rasanya mau dicopot ini kepala trus pakai kepala yang lain hehe.... pagi ini bangun dengan kepala yang berat. semalam minum obat dokter tapi menimbulkan alergi dan bentol2 di badan. sampai sekarang badan masih gatel2 kayak orang sakit kusta, minta di garuk terus. grrr.......
seandainya ada orang yang datang membawa makanan trus menghibur saya.... aduh bersikap sedikit manja begini. hmm... nasib orang tinggal sendirian. harus bisa ngurus diri sendiri. yg bisa ngurus rumahnya jauh dan dia sibuk juga dengan pekerjaannya. ahh... rasanya mau pergi sebentar aja dari dunia ini dan tinggal d tempat yg sejuk dan tenang. didepan rumah andong2 berhenti dan mulai menghibur anak2 dengan lagu-lagunya membuat kepala tambah senut2 ditambah pengamen, penjual sari roti, penjual roti dengan bunyi2annya.... arrrrkkkkhhhhhhhh......
Tuhan sekiranya engkau kirimkan orang yang tepat kerumah ku saat ini..... fiuhhh...

Selasa, 23 Maret 2010

Evaluasi hidup

tidak menyangka bhw sebentar lagi tugas saya di kantor sekarang akan berakhir. bulan depan adalah bulan terakhir. keputusan yang tidak enak dan tidak menguntungkan sama sekali. tapi ini saya anggap sebagai konsekuensi yang harus saya terima dari tindakan saya. well, tidak mudah menghadapi ini. menjalani hari demi hari sampai bulan depan dengan perasaan tidak tentram dan tidak tenang. belum tahu akan kemana dan belum tahu akan berbuat apa.
kepala seminggu ini sepertinya tidak bersahabat dan seperti mau pecah. ada yang menusuk-nusuk dari dalam. mgkn ini faktor stress dan sulit untuk menerima keputusan. kekuatannya cuma teringat roma 8:28. ini juga evaluasi hidup buat saya. evaluasi yang akan membawa banyak perubahan dalam hidup saya.
melihat perbuatan saya di belakang memang sangat menakutkan. saat ini seperti berjalan sendirian tanpa harus kemana. teringat cerita burung rajawali yang sengaja menghancurkan sarangnya sendiri supaya anaknya bisa terbang sendiri dan lepas dari zona nyaman. mgkn sudah saatnya saya lepas dari zona nyaman, sudah saatnya bisa terbang sendiri. semoga dengan kepakan yang kecil ini saya bisa menantang angin yang ada di depan saya dan bisa terbang walaupun hanya terbang rendah namun mendapatkan makanan. inilah namanya pergumulan hidup. Tuhan tidak pernah menggagalkan rencana-Nya atas manusia walau manusia itu sendiri sering lalai dan tidak mendengarkan suara-Nya. rencana Tuhan adalah rencana indah yang telah disusun.... ini kalimat penghiburan.

Minggu, 21 Maret 2010

Menghadapi gunung besar




Menonton film di atas byk memberikan inspirasi bagi saya. Sepotong kisah di film ini merupakan kisah nyata dari seorang sales yang sukses memasarkan barang dagangannya. dilihat sekilas sepertinya orang ini (bill potter) tidak akan mampu untuk memasarkan barang dagangannya. dilihat dari cara jalannya, bagian tangan kanannya yang cacat dan bicaranya agak gagap sepertinya bill tidak akan bisa berbuat apa-apa. ketika dia pertama kali datang untuk melamar bekerja sebagai sales, yang dia dapat adalah penolakan. atasannya melihat tidak ada manfaatnya mempekerjakan orang seperti bill. Bill merasa sedih dgn penolakan tersebut tapi ketika dia keluar kantor dan dia melihat mamanya yang sedang menunggu dia, bill mengingat mamanya yang tak pernah putus asa untuk merawat dan membesarkan dia. Bill kembali kembali ke ruangan bosnya dan dengan semangat yang gigih, bill meminta daerah yang tidak nyaman (daerah yang susah untuk menjual barang) untuk dia beroperasi. singkat kata dia mendapatkan pekerjaan itu dan dia mulai bekerja.
dalam cerita tersebut bisa dilihat bagaimana bill berjuang keras untuk memasarkan barang jualannya. dia teringat pesan mamanya yaitu sabar, sabar dan gigih. dari rumah ke rumah bill menawarkan barang dagangannya. ketika dia beristirahat makan siang mamanya menyediakan makanan siang yang bertuliskan sabar dan gigih. bill senang sekali. singkat cerita bill bisa melakukan penjualan di hari pertama sebesar $50 dolar dan dia mendapatkan bonus sebesar $4.15. dari cerita Bill byk hal yang saya pelajari.
1. Bill belajar untuk mandiri dan mau berkembang. tanpa merasa minder dan malu akan kondisi tubuhnya Bill punya tujuan hidup untuk menjadi seorang sales yang berhasil. dia tahu kapasitas dirinya dan dia yakin untuk melakukannya
2. Bill mempunyai social support yang luar biasa dari mamanya. bisa dilihat bagaimana mamanya memberikan dorongan dan semangat kepada Bill untuk dia maju dan bekerja. mamanya juga tidak mempermasalahkan kekurangan yang ada pada diri anaknya tapi dia melihat kelebihan yang ada pada diri anaknya yaitu semangat yang besar dan kemaua diri untuk berkembang.
3. Bill berani mengambil resiko dengan memilih daerah yang tidak nyaman bagi seorang sales. daerah yang kering, daerah yang tidak menghasilkan keuntungan. tapi semangat dan kegigihan dia untuk menjual barang begitu besar sehingga "gunung besar" bagi orang lain, bagi bill itu sebagai tantangan yang harus ditaklukan.
4. Bill tidak takut tertolak. dia tahu tantangan dan masalah yang akan dia hadapi dengan menjadi seorang sales. tapi dengan kapasitas hati yang besar dia melangkah dari rumah ke rumah. ditolak, diacuhkan, dianggap peminta-minta, dikasihani karena cacat, Bill terima itu semua. tapi dengan kapasitas hati itu juga dia menerima kebahagiaan pada akhirnya. istilahnya bersakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Kiranya cerita Bill potter ini bisa menjadi pemacu bagi kita untuk belajar ttg arti hidup dan mau berkembang dengan potensi yang kita miliki. Tuhan tidak pernah menggagalkan rencananya atas hidup manusia walau manusia berusaha untuk menggagalkannya. amin

Sabtu, 20 Maret 2010

Kekuatan pengampunan


Sambungan dari cerita kemarin. setelah saya melakukan kesalahan besar dan belajar untuk mengakui kesalahan tersebut, ada hal luar biasa yang terjadi. memang pada awalnya terjadi hal yang tidak mengenakan. saya seperti menjadi satu-satunya orang paling bodoh di dunia. tidak bisa berbuat banyak. tidak bisa berkata apa-apa. hanya bisa duduk terdiam dan termenung. layaknya seorang narapidana menunggu eksekusi kematian, saya pun ketakutan. namun, malam harinya setelah mengakui kesalahan saya, orang yang saya sakiti mengatakan saya MENGAMPUNI KAMU. mendapatkan reaksi diampuni itu membuat saya seperti mendapatkan hujan besar di tengah gurun yang panas dan tandus. seperti mendapatkan kekuatan baru untuk saya berjalan kembali. ingat kisah nabi Elia yang mendapatkan kekuatan baru untuk dia berlari setelah mendapatkan makanan. kata pengampunan dia mengingatkan bahwa saya pun telah diampuni oleh BAPA di Surga melalui penderitaan anak-Nya Yesus Kristus.
pengampunan itu membuat saya pulih. pengampunan itu membuat saya hidup. pengampunan itu membuat saya semangat kembali dn tentu saja pengampunan itu membuat saya belajar tentang arti mengakui kesalahan, arti mengampuni, arti diampuni dan arti menjadi orang kesayangan.
Tuhan mau mengampuni orang berdosa seperti kita, Tuhan mau memikul salib ganti dosa kita, giliran kita belajar dari keteladanan Kristus untuk kita memikul salib kita masing-masing.

Jumat, 19 Maret 2010

Kesalahan besar dan belajar mengakuinya

Beberapa waktu yang lalu saya membuat kesalahan besar. kesalahan yang bukan hanya melukai satu orang tapi dua orang sekaligus. untuk menutupi kesalahan saya itu, saya membuat kesalahan bodoh lainnya yaitu saya berbohong. dengan kata lain melakukan dosa untuk menutupi dosa sebelumnya.
well, sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi kalau saya bisa menahan diri dan mawas diri. fiuhh..... setelah mengumpulkan keberanian saya belajar untuk mengakuinya dihadapan orang tersebut. yang pasti timbul 'clash' dan itu saya terima dengan lapang dada. penyesalan selalu datang belakangan dan itu menimbulkan efek yang tidak mengenakan. tapi dari peristiwa ini banyak nilai-nilai yang bisa didapatkan dan itu bisa dijadikan pelajaran yang sangat-sangat-sangat berharga bagi saya dan tentunya saya tidak mau masuk kembali kedalam lubang yang sama.
sering kali kita melakukan hal yang sama. sudah tahu kita salah namun untuk menutupi kesalahan tersebut kita melakukan kesalahan yang lebih parah lagi. kiranya kita sebagai manusia semakin memiliki hikmat untuk belajar peka terhadap diri sendiri dan setelah melakukan kesalahan harus berani mengakuinya bukan menutupinya dengan kesalahan lain

Kamis, 23 Juli 2009

Karakter hidup

Hari ini saya lagi membaca buku mengenai karakter dan ini sangat memberkati hidup saya. Terkadang saya gak menyadari bahwa ada sebuah kekuatan yang tak terlihat yang justru merupakan kekuatan vital dalam hidup saya. Menurut buku yang saya baca ini, Karakter kita adalah sebuah kekuatan yang tidak kelihatan. Karakter bertumbuh melalui proses dan ujian. Proses dan ujian merupakan jalan yang harus ditempuh untuk kita membuktikan sejauh mana karakter kita dan pembuktian untuk kita mengalami kemenangan.
Kalau dipikir lebih mendalam ternyata makna kehidupan terletak pada hal-hal yang tidak kelihatan. Bukankah yang menciptakan dan mengatur isi dunia ini bentuknya tidak kelihatan? “BENTUK INI” hanya bisa kelihatan kalau kita punya kualitas hidup dan iman yang baik. Kualitas hidup dan iman dapat dilihat dari kekuatan karakter yang kita miliki, betul tidak?
Ternyata saya gak pernah menyangka bahwa kekuatan yang sesungguhnya itu muncul kalau kita mau melatihnya dan kekuatan itu memang itu tidak terlihat. Yang terlihat itu dan sering dicari bisa dimiliki oleh orang lain, bisa juga hilang dan lenyap, contohnya mobil, uang, pabrik, dll. Tapi yang tidak terlihat itu hanya kita yang punya, kita yang latih dan hanya satu didunia ini, dan itu namanya KARAKTER. Kita kan diciptakan unik dan berbeda-beda. Jadi segera miliki karakter yang kuat supaya kualitas hidup dan iman kita juga akan kuat.

Selasa, 21 Juli 2009

Pengakuan itu penting

Pengakuan itu penting. Hari ini saya belajar tentang namanya pengakuan, khususnya dalam hal pekerjaan kita. Banyak org sering bertanya, buat apa kita kerja tapi hasil kerjaan kita malah disepelekan? Baru saja teman saya marah2 karena apa yang dia kerjakan malah dianggap angin lalu oleh bosnya. Sebenarnya dia hanya butuh pengakuan atau setidaknya ucapan terima kasih atas apa yang telah dikerjakan, tapi dia tidak mendapatkan itu. Dia kecewa. Memang pengakuan itu dibutuhkan.
Saya rasa mudah untuk memberikan pengakuan kepada orang yang telah berjasa/bekerja kepada kita. Hanya sekedar ucapan terima kasih atau dorongan motivasi untuk kembali bekerja lbh baik lagi. buat apa kita melakukan hal2 yang banyak tapi malah dianggap tidak berbuat apa2. Bersyukur untuk saat ini karena apa yang saya buat masih diapresiasi oleh orang2 yang disekeliling saya. Hmm…saya mau mengajak kita semua untuk bisa memberi pengakuan buat pekerjaan/hal-hal yang dilakukan oleh orang2 disekeliling kita entah kita sebagai guru terhadap murid, atasan kepada bawahan walaupun dia seorang pembantu atau office boy/girl.. Kalau kita mau diakui oleh orang lain untuk apa yang telah kita kerjakan/perbuat, maka itu dimulai dari diri kita terlebih dahulu, yaitu mulai mengakui pekerjaan orang lain. Untuk anakku ingatkan ayah untuk selalu bersyukur kepada Tuhan buat orang-orang yang telah membantu ayah dan ibu dalam membesarkan kamu serta berjasa dalam keluarga kita. Jangan pernah melupakan kebaikan orang lain dalam hidupmu.

Selasa, 23 Juni 2009

Kapasitas

Beberapa hari yang lalu saya melihat satu peristiwa yang mungkin saya pernah alami sendiri namun kali ini saya tertawa melihatnya. Ceritanya begini. Ada enam orang mau naik kendaraan umum, taksi lebih tepatnya. Mungkin perjalanan mereka jauh. Banyak taksi yang menolak untuk membawa mereka. Itu pasti, karena melewati jumlah kapasitas.
Namun akhirnya ada juga taksi yang mau membawa mereka. Mereka masuk dan mengatur diri sebaik mungkin. Didepan sudah pasti buat yang agak tua. Nah dibelakang ini yang lumayan susah. Pertama postur tubuh mereka yang besar, kedua mereka mau mendapat yang nyaman. Yah akhirnya mereka didalam saling berpangku-pangku ria dan jatah untuk pantat mereka duduk hanya sedikit. Itu karena mereka melebihi kapasitas.
Hari ini saya membahas tentang kapasitas. Dalam dunia ini semua memiliki kapasitas/batas kemampuan. Semua benda yang kita pakai, kita gunakan, itu ada batasnya. Coba kita perhatikan dengan seksama, ada tidak yang tidak mempunyai kapasitas?
Lift, kalkulator, kendaraan, rumah, kulkas, dan benda2 lainnya mempunyai kapasitas. Kalau kita gunakan benda2 melebihi kapasitas maka yang terjadi adalah kerugian. Akan terjadi kerusakan, pekerjaan jadi lambat, overload, tidak bisa membawa banyak, dan hal2 yang merugikan lainnya. Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan manusia (dalam hal ini: hati dan pikiran)? Ternyata manusia juga ada batasnya. Hati kita punya batas. Contohnya: kalau kita sering dihina, diejek, dimarahi tanpa jelas, dilecehkan saya percaya hati kita pasti memberontak. Lalu pikiran kita juga ada batasnya. Kita tidak bisa memikirkan hukum ekonomi, fisika, biologi, kimia, seni, dan lain sebagainya dalam satu pikiran. Pikiran kita hanya terfokus pada bidang yang kita sedang dijalani/miliki.Kita tidak mampu memikirkan hal2 yang melebihi kodrat kita sebagai manusia.
Lalu bagimana jalan keluarnya? Jalannya adalah mengganti, memperluas, memperlebar, memperbanyak kapasitas kita. Benda2 yang kapasitasnya kecil kita ganti dengan yang besar atau diperbanyak untuk bisa menampung. Manusia sendiri harus mengganti hati dan pikirannya yang kecil. Caranya adalah dengan BELAJAR dan BERTANGGUNGJAWAB. Kapasitas yang ingin diperbesar membutuhkan waktu dan harga yang harus dibayar. Itu membutuhkan ketekunan. Kita belajar untuk menerima penghinaan, diskriminasi, diejek. Kita bertanggungjawab untuk kapasitas hati kita. Kita ingin memperbesar maka kesabaran juga diperlukan. Dan hal ini juga berlaku untuk pikiran kita.
Manusia yang mampu memperbesar kapasitas hati dan pikirannya adalah manusia yang unggul, yang mampu menguasai diri dan sudah pasti akan selalu rendah hati. Tapi kalau dia sombong itu hanya menunjukan bahwa hatinya kecil walaupun pikirannya besar. Mari kita memperbesar hati dan pikiran kita supaya dunia ini dipenuhi dengan manusia2 luar biasa yang bisa menguasai diri, sopan namun mempunyai pikiran yang brilian.

Pencurian baut

Anakku, ayah baru saja menonton berita. Isi beritanya tentang pencurian yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab di lokasi jembatan suramadu. Lucu sekali karena jembatan itu baru saja diresmikan beberapa minggu yang lalu. Polisi bilang pencuri tersebut melakukan aksinya di malam hari ketika tidak ada penjaga atau pengawas yang bertugas di atas jembatan.
Hmm… anakku, di jaman ini memang banyak sekali hal-hal yang rasanya itu sulit diterima oleh akal.. contohnya kasus pencurian ini. Lah jembatan ini digunakan untuk kepentingan umum eh malah perlengkapan-perlengkapan (inventory) jembatan malah diambil, nanti kalau jembatan rubuh gmana ya hehe…
Ada juga yang ambil baut di lintasan kereta api, menara-menara listrik, pemancar, atau tempat-tempat yang banyak bautnya.. ayah gak tahu apa mereka tidak berpikir keselamatan orang lain ketika mereka melepas baut-baut itu? Gmana keadaan lintasan kereta kalau bantalan relnya kendor? Gmana kekuatan pemancar kalau penopang-penopangnya mulai lunglai? Ya itulah keadaan di jaman ayah..
Saya harap masalah ini tidak terus berlanjut sampai jaman kamu ya nak…bangsa ini sudah sangat terbelakang dalam hal disiplin. Semoga dimasa mendatang akan muncul generasi-generasi yang bertanggung jawab akan keadaan diri dan sekitarnya.

Sabtu, 20 Juni 2009

Blog untuk anakku

Hari ini saya mulai berpikir untuk menulis blog bagi anak-anak saya. Walaupun saat ini posisi saya belum menikah namun saya punya angan-angan ketika saya tua nanti dan ingin bercerita kepada anak-anak, saya tidak perlu bicara banyak. Melalui blog ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya pada usia muda ini kepada generasi dibawah saya.

Pasti akan banyak perbedaan di zaman ini dengan zaman dimana anak saya membaca blog ini. Akan ada perbedaan teknologi, moral, pendidikan dan lain sebagainya. Tapi melalui perbedaan itulah saya ingin mengajar anak-anak saya. Mereka akan bisa membandingkan masa dimana saya hidup maupun masa dimana mereka hidup nantinya.

Jadi mulai saat ini saya akan memulai suatu tulisan dengan ucapan “anakku”. Dengan adanya tujuan dalam menulis blog ini saya berharap anakku ini nantinya akan banyak belajar tentang pengalaman hidup dan bahkan nantinya bisa meneruskan cerita ini kepada cucu dan cicit saya.

Anakku saya harap kamu bisa belajar dari tulisan ayahmu ini. Ayah bermimpi digenerasi dibawah ayah akan muncul keturunan-keturunan yang luar biasa yang akan menjadi berkat dan membawa dampak bagi banyak orang..

Kiranya Tuhan Allah yang ayah sembah yaitu Yesus Kristus Sang Juruselamat mengaruniakan kepada ayah keturunan-keturunan yang luar biasa.. AMIN…